OPTIMALISASI PERAN IBU PKK DALAM UPAYA PEMULIHAN KESEHATAN MENTAL DAN GIZI IBU MENYUSUI PASCA BENCANA MELALUI PSIKOEDUKASI DAN PENGOLAHAN DAUN KELOR DI KELURAHAN MALALAK TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.61214/ijcd.v4i2.1136Abstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat berjudul “Optimalisasi Peran Ibu PKK dalam Upaya Pemulihan Kesehatan Mental dan Gizi Ibu Menyusui Pasca Bencana melalui Psikoedukasi dan Pengolahan Daun Kelor di Kelurahan Malalak Timur” dilaksanakan di Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh perlunya penguatan kapasitas Ibu PKK dalam memberikan dukungan psikososial kepada ibu menyusui pascabencana serta belum optimalnya pemanfaatan potensi pangan lokal, khususnya daun kelor, untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keberdayaan Ibu PKK melalui psikoedukasi kesehatan mental, edukasi gizi ibu menyusui, pelatihan dan praktik pengolahan daun kelor, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode edukasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi sehingga mitra terlibat aktif dalam seluruh proses kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra. Berdasarkan evaluasi terhadap 30 responden, rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,73 pada pretest menjadi 12,37 pada posttest, atau meningkat sebesar 3,63 poin (46,08%). Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 16,7% menjadi 63,3%. Selain itu, mitra telah memperoleh keterampilan dalam pengolahan daun kelor melalui tahapan pemilihan bahan, pencucian, pengeringan, penghalusan, pengayakan, pengemasan, dan penyimpanan. Penerapan teknologi tepat guna menghasilkan bubuk/serbuk daun kelor dan puding daun kelor sebagai bentuk diversifikasi pangan lokal. Luaran pendukung yang telah tersedia meliputi modul/materi psikoedukasi, materi edukasi gizi, panduan dan SOP pengolahan daun kelor, leaflet, serta media edukasi. Capaian utama kegiatan berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan pengolahan pangan lokal, dan kemampuan mitra dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara lebih produktif. Tahap selanjutnya diarahkan pada pelatihan lanjutan dan pengembangan produk, pendampingan, monitoring dan evaluasi, pembentukan/penguatan kelompok PKK peduli kesehatan mental dan gizi, finalisasi SOP dan buku saku, serta diseminasi melalui publikasi dan video impact. Keberlanjutan program akan diperkuat melalui penetapan minimal lima fasilitator lokal, integrasi kegiatan dengan PKK dan Posyandu, serta penerapan SOP secara mandiri oleh mitra.







